Berita

Pagelaran Ludruk Arboyo, Media Sosialisasi UU Pemajuan Kebudayaan

Oleh :Komite Teater

Sosialisasi Undang-undang Pemajuan Kebudayaan No. 5 Tahun 2017 terus dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan setelah belum lama lalu disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Tujuan sosialisasi ialah untuk memberikan pengetahuan ke masyarakat luas agar dapat memahami dan mematuhi peraturan yang terkandung di dalam UU tersebut.

"Sekarang kita punya payung hukum untuk memajukan kebudayaan ke depan," ujar Kepala Sub Direktorat Seni Rupa Direktorat Kesenian Kemendikbud Pustanto di sela sosialisasi di Surabaya, Rabu.

Sosialisasi UU Nomor 5 Tahun 2017 di Surabaya salah satunya dituangkan dengan cara yang tidak biasa, yaitu dengan menyuguhkan pagelaran Ludruk Arboyo, yang berlangsung di Gedung Kesenian Cak Durasim Surabaya, pada Selasa (5/12) malam.

Cara ini dilakukan agar masyarakat lebih mudah menerima pesan yang hendak disampaikan lewat analogi sebuah cerita yang dimainkan. Seperti diketahui, penyuluhan semacam ini dahulu sering dilakukan dalam bentuk kesenian, baik berupa ludruk, ketoprak, wayang kulit dan seni pertunjukan lainnnya.

Acara ini merupakan kerjasama antara Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan dan Dewan Kesenian Provinsi Jawa Timur. Mengadirkan pula beberapa seniman Jawa Timur yang sudah terkenal seperti Cak Kartolo salah seorang legenda ludruk asal Kota Surabaya, Cak Lupus, Ning Kastini, Cak Sapari dan Ning Okky.

Anggota Komisi 10 DPR RI Arzeti Bilbina Huzaimi dalam sambutannya menjelaskan, Rancangan Undang-undang tentang Pemajuan Kebudayaan sebenarnya sudah dibahas di DPR RI sejak tahun 1985.

"Setelah 35 tahun kami mengesahkannya dengan berbagai penyempurnaan," katanya.

Penyempurnaan rancangan UU tentang Pemajuan Kebudayaan telah melibatkan berbagai tokoh adat, seniman dan budayawan di seluruh Indonesia.

"Kami sudah keliling ke seluruh wilayah Indonesia. Kebudayan kita kaya dengan 400 suku bangsa yang harus dilestarikan," ucap Ning Arzeti yang tampil anggun pada malam itu.

Kebudayaan kita telah dilindungi maka sepantasnya kita menampilkan kebudayaan yang bisa menjadi panutan!



Berita Lain

02-05-2018

Mendikbud Jadikan Hardiknas Sebagai Momentum Introspeksi


04-04-2018

Kampung Seni di Surabaya Masih Eksis


16-03-2018

Art Road Show DK Jatim ke Kaltim


08-02-2018

Rapat Kerja Dewan Kesenian Jawa Timur 2018


21-12-2017

Rapat Pleno DK Jatim 2017