Berita

Temu Koreografer Muda Jawa Timur

Oleh :Komite Tari

Koreografer muda asal berbagai daerah kabupaten/ kota di Jawa Timur berkumpul untuk saling berbagi gagasan dalam Temu Koreografer Muda Jatim 2017 yang berlangsung selama dua hari, pada 30 - 31 Oktober di Pendopo Taman Budaya Cak Durasim Surabaya.

"Selama ini koreografer tari bergerak sendiri-sendiri bersama kelompoknya di daerah asalnya masing-masing. Kami harus memberi kesempatan kepada mereka untuk saling bertukar pikiran dan berbagi gagasan," ujar Ketua Komite Tari Dewan Kesenian Jawa Timur Djoko Prakoso, yang menggagas acara ini, saat dikonfirmasi di Surabaya, Selasa malam.

Pagelaran Temu Koreografer Muda 2017, diharapkan tidak sekadar sebagai ajang silaturahmi semata bagi para koreografer atau penata tari, tetapi sekaligus menjadi ajang uji keterampilan bagi karya-karya koreografer muda khususnya di bidang seni tari.


"Kalau cuma jadi ajang silaturahmi buat apa. Lebih dari itu, kamu justru berharap kegiatan ini adalah ajang bagi ujian keterampilan karya-karya para koreografer muda. Akan muncul karya-karya baru khususnya di bidang tari, yang menjanjikan," kata Taufik Hidayat Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT).

Menurut Taufik, sejumlah koreografer atau penata tari di Jawa Timur memiliki potensi yang sangat luar biasa. Mulai dari karya, dengan konsep yang cukup matang dan baru, serta dengan garapan-garapan baru yang kreatif.

"Ini peluang sekaligus tantangan bagi seniman di Jawa Timur. Khususnya bagi penata tari untuk menghadirkan karya-karya yang tidak sekedar indah, tetapi juga memiliki konsep-konsep yang menarik untuk dihadirkan kepada masyarakat," tambah Taufik.


Pada ajang Temu Koreografer Muda 2017 kali ini hadir di antaranya: Winarto Ekram dari Malang, Sekar Alit dari Surabaya, serta Mohammad Rusdi dari Madura. Ketiga nama penata tari tersebut bukan pendatang baru, karya-karya mereka cukup menjanjikan bagi jagad seni tari Jawa Timur.


Selain itu, koreografer lainnya yang turut menampilkan karya tarinya dalam Temu Koreografer Muda Jawa Timur 2017 adalah Makrus Ali, Vita Efilia, dan Yuyun Sulastri asal Malang.



Ke depan nanti Taufik berharap dapat menghadirkan sejumlah koreografer muda dari beberapa negara, agar dapat memberikan inspirasi serta saling bertukar informasi khususnya di bidang seni tari dengan seniman atau penata tari muda Surabaya dna Jawa Timur.


"Kami berharap nanti ke depan akan ada penata tari luar negeri yang mau hadir untuk bisa saling bertukar ide, keterampilan serta konsep-konsep kekaryaan dalam konteks seni tari dengan para seniman dan penata tari muda asal Indonesia di ajang Temu Koreografer Muda ini," ujar Taufik.



Berita Lain

30-05-2018

Jatim Art Forum 2018


02-05-2018

Mendikbud Jadikan Hardiknas Sebagai Momentum Introspeksi


04-04-2018

Kampung Seni di Surabaya Masih Eksis


16-03-2018

Art Road Show DK Jatim ke Kaltim


08-02-2018

Rapat Kerja Dewan Kesenian Jawa Timur 2018